Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang
lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang
baru. And that’s more about life.
Dari sempat menyesak; pertemuan yang tak pernah usai, genggam tangan yang sempat dilepas. Sebuah tanda seru pada rindu untuk segera bertemu. ah, mungkin ini hanya rindu; untuk pertemuan yang masih baru. Aku, kamu, dia, mereka pernah datang, pernah juga pulang. Sudah pasti ada yang dikenang; sebuah wajah, senyum, mata, obrolan ngawur, tawa, linangan air mata, atau mungkin sebuah pelukkan hangat.
Ya, hidup ini sebuah dongeng dari Sang Pendongeng tentang sebuah perpisahan yang selalu diawali dengan pertemuan; entah sengaja atau terencana. Lalu mengapa murung? Lalu mengapa bermuram durja, konsekuensi selalu ada disetiap hal yang dimulai.
Jadi, mengapa ada begitu banyak pertemuan dalam hidup ini? Sudah lelah untuk menebak, telah mencari jawabannya. Ketika bertemu kamu, dia, ataupun mereka, bahkan bertemu dengan orang-orang yang bisa mengubah hidup kita seluruhnya. Seakan pertemuan dan perpisahan dibuat semudah jentikan oleh Sang Pembuat Rencana.
Pertemuan yang kadang tak beralasan, sering kali diakhiri dengan perpisahan yang tak beralasan pulang. Terlalu banyak alasan malah. Dengan waktu yang selalu berlari, sulit untuk mengejarnya. Dan waktulah yang membuat perpisahan dan pertemuan terbentuk. bentuk abstrak yang kadang selalu dinantikan, atau bahkan sangat dihindari; mungkin karena terlalu menyakitkan. Waktulah yang mempertemukan ku dengan semua insan yang pernah ada, masih hadir dan akan muncul pada waktu yang tak terduga.
Hidup ini adalah dongeng tentang pertemuan dan perpisahan.
Manusia tak pernah merencanakan pertemuan, karena itu tugas Tuhan. Manusia hanya tahu menerima, menjalani, menikmati, dan memaknai yang telah terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar