Asa yang tak pernah hilang, datang dan pergi sesuka hatinya,
yang mendatangkan kagum, yang mendatangkan rindu, yang mendatangkan kekaguman
adalah dari Nya.
Sungguh hanya bisa menerimanya dengan keindahan kagum yang
terukir di hati, dengan meraih puing puing rindu, dengan jiwa yang tak
tersentuh. Mengagumimu dalam diam..Ibarat pungguk merindukan rembulan. Karena kagum tidak harus saling memiliki, kagum tidak harus
terikat, karena kagum yang yang sebenarnya adalah kagum yang bermekaran di hati,
di manapun dan kapanpun selalu bersemi di taman hati. Mengagumimu dalam diam..Maka izinkan untuk tidak mengusik ketenangan hatimu, hanya
dalam untaian doa doaku ku sebut namamu dan kusapa dirimu.
Cukup buat aku
tersenyum melihat kamu bahagia.
Mengagumimu dalam diam..Meski membuat lelah, lelah karena menunggu yang tak mungkin
ada, hanya bayangan semu semata. Dan aku akan mengagumimu dalam diam.. Selama tak ada yang
mengahapus kagum dalam diamku,aku kan bertahan dan jika aku tak kagum lagi
padamu,maka aku tak kan pernah lagi menulis tentangmu.
Mengagumimu dalam diam, aku bahagia..
Menyayangimu dalam diam, aku senang..
Mengagumimu dalam diam, aku tersenyum..
Bersyukur masih di beri rasa itu meski dalam diam..
Dari,
Perempuan yang sedang terkagum-kagum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar