“Waktu
laksana pedang, jika tidak mampu memanfaatkan waktu, maka kamu akan terhunus
olehnya”.
Jadi..apa yang kalian rencanakan
untuk menghabiskan halaman terakhir buku ini? Halaman 365. Membakar kembang
api, berkumpul dengan orang terdekat, menghabiskan sepanjang malam untuk -
sekedar ikut - merayakan acara yang dimana katanya momen pergantian tahun
Masehi? Atau kalian mengikuti budaya Barat, kalian akan berkumpul di tengah
kota untuk menyaksikan pagelaran atau festival yang dilenggarakan oleh swasta
dan pemerintah setempat untuk menunggu pertunjukkan kembang api yang
menghabiskan banyak dana setelah itu semua selasai, kalian akan berpelukkan
bahkan berciuman untuk merayakan pergantian tahun? Ahh, mungkin aku terlalu
sentimentil untuk momen seperti ini. jadi semoga acara kalian lebih bermanfaat.
Kegiatan ku seharian ini hanya
berdiam diri di rumah. Hujan sedang begitu mencintai Depok, hingga ia enggan
untuk pulang dari kunjungannya. Hujan dengan sangat berperasaan, menghabiskan
rindunya dengan kota ku hari ini, hingga sang malam menjemputya, hujan baru
menurut untuk pergi. Ya, udara dingin langsung menari diantara germelap lampu
kota ku. Kabut pun tak mau kalah ambil andil dalam pergantian halaman terkahir
ini. Halaman 365.
like the old time, 31 Desember 2014
kemarin (beberapa jam yang lalu), oke kegiatan hari ini cuma berguling-guling
bosan di tempat tidur. Hujan sepanjang hari. Seharusnya seharian kemarin, aku
(red: beberapa jam yang lalu) ada janji dengan Semesta, anggaplah kencan
terakhir kami di halaman 365, tapi hujan begitu setia menemani kota kesayangan
ku ini, begitu pula dengan kota Semesta. Malam aku hanya duduk di salah satu
kedai kopi (seperti biasanya juga) di Margonda. Duduk menikmati malam,
lagi-lagi ditemani secangkir kopi panas.
Setiap tahun aku tidak pernah secara
khusus untuk merayakan pergantian tahun Masehi, Hanya menikmati apa yang sudah
orang lain kerjakan dan siapkan. Tulisan kali ini buat hanya untuk mengingatkan
ku bagaimana aku melewati tahun Masehi kali ini.
Waktu adalah sesuatu yang tak
terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita lelah untuk beranjak dari
tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah sekalipun kita telah kehilangan
semangat untuk mengarungi kehidupan.
Jadi 2014 kemarin adalah tahun dimana
pencapaian ku sedikit banyaknya tercapai. Tahun berkah dengan banyak keajaiban
dari Tuhan yang selalu aku syukuri. Termasuk berkah sakit gigi,
hahahaha..Januari aku mulai dengan baik. Dengan sangat baik, dengan SKRIPSI.
Yahh perjuangan sekali buat hal satu ini.
JANUARI
Skripsi..Yaps, Mengawali tahun 2014, skripsi memang didepan
mata. Fiuhhh. Dan lagi keranjingan sama hamster, sampai pada akhirnya harus
diungsiin ke Matraman.
|
Satu hal yang melekat kuat di otak,
Februari adalah ujian akhir semester terakhir yang harus dijalanin sebagai
mahasiswi di kampus. Its feel like
"my hell is gone",
hahahahaha..Maret masih bergelut dengan skripsi, dan akhirnya diawal April
badan tumbang, tifus menyambangi tubuh. Ternyata Tuhan begitu sayang pada ku
untuk membuat ku bedrest. Kemudian Mei datang dan lewat begitu cepat, and finally my
June is coming. Yaps,
Juni datang begitu cepat, saat bulan ini pula umurku memasuki kepala dua lebih
dua.
![]() |
| acara terakhir kampus, sekelas kumpul semua |
Dan diakhir Juni masih diberi kesempatan oleh-Nya
untuk bertemu Ramadhan, Ramadhan yang berkesan bersama si skripsi. Ramadhan
yang penuh berkah. Dan Juli pun datang dengan LEBARAN..wohooouuu..Agustus,
tepatnya tanggal 28 Agustus, sidang skripsi pun datang, hari dimana perasaan
yang campur aduk. Tanggal ini adalah proses terakhir masa pendidikan 4 tahun
ku. Agustus berlalu, berganti September. Awal September aku harus bergerumul
dengan YUDISIUM, Yaps, pengumuman apakah aku dinyatakan lulus atau tidak setelah
sidang skripsi bulan sebelumnya. Dan akhirnya GUE LULUS MEEEENNNNN..dengan
nilai memuaskan.
![]() |
| mereka adalah teman sekelas ku yang berjuang dengan ku untuk sidang skripsi gelombang pertama |
Dan Oktober pun datang. Ini salah satu bulan favorit, kenapa? Yaps, karena Ibu ulang tahun. Bersyukur karena Tuhan masih memberi Ibu nikmat sehat, nikmat hidup yang tak terkira.
November giliran Semesta yang mengulang hari lahirnya.
![]() |
| happy birthday Semesta |
Desember 2014 ditutup dengan WISUDA !!
Inilah realitas
kehidupan. Ketika kita telah merasa berjuang begitu keras, ternyata masih
banyak kerikil tajam yang mengganjar disetiap langkah kita. Ketika kita telah
berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang
mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita.
Apalagi ketika kita memasuki tahun tahun penuh tantangan seperti yang akan kita
hadapi sebentar lagi.
Penghujung Desember.
Sampailah kita di titik
ini, halaman 365. Halaman terakhir. Dan menuju ke buku lainnya, halam pertama dari 365 di depan mata. Sebagai acuan kita untuk lebih tegap lagi melangkahkan kaki di esok
hari, di tahun 2015 yang telah menyapa kita beberapa menit yang lalu.
Pergantian waktu
setahun menunjukan bahwa umur kita bertambah satu, tetapi kesempatan hidup kita
di dunia berkurang pula satu tahun. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir
yang takkan pernah kembali ke hulu. Kadang ia membangkitkan semangat, namun
kadang membuat orang terlena dan tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan
nilainya.
Bismillah,,,
Hanyalah kepada engkau tempat kembali, tempat hamba
memohon pertolongan, kekuatan maupun ampunan. Semoga setahun yang terlewati
adalah ilmu untuk melangkah ditahun yang baru yang akan hadir sebentar lagi.
Semoga hamba bisa menjadi pribadi yang baru juga, pribadi yang lebih baik dari
sebelumnya. Ijinkanlah hamba menjadi bagian dari hamba-Mu yang
beruntung..
Aamiin aamiin.. Ya Rabbal Alamin.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar