Kamis, 01 Januari 2015

halaman 365

 “Waktu laksana pedang, jika tidak mampu memanfaatkan waktu, maka kamu akan terhunus olehnya”.


Jadi..apa yang kalian rencanakan untuk menghabiskan halaman terakhir buku ini? Halaman 365. Membakar kembang api, berkumpul dengan orang terdekat, menghabiskan sepanjang malam untuk - sekedar ikut - merayakan acara yang dimana katanya momen pergantian tahun Masehi? Atau kalian mengikuti budaya Barat, kalian akan berkumpul di tengah kota untuk menyaksikan pagelaran atau festival yang dilenggarakan oleh swasta dan pemerintah setempat untuk menunggu pertunjukkan kembang api yang menghabiskan banyak dana setelah itu semua selasai, kalian akan berpelukkan bahkan berciuman untuk merayakan pergantian tahun? Ahh, mungkin aku terlalu sentimentil untuk momen seperti ini. jadi semoga acara kalian lebih bermanfaat.

Kegiatan ku seharian ini hanya berdiam diri di rumah. Hujan sedang begitu mencintai Depok, hingga ia enggan untuk pulang dari kunjungannya. Hujan dengan sangat berperasaan, menghabiskan rindunya dengan kota ku hari ini, hingga sang malam menjemputya, hujan baru menurut untuk pergi. Ya, udara dingin langsung menari diantara germelap lampu kota ku. Kabut pun tak mau kalah ambil andil dalam pergantian halaman terkahir ini. Halaman 365.

like the old time, 31 Desember 2014 kemarin (beberapa jam yang lalu), oke kegiatan hari ini cuma berguling-guling bosan di tempat tidur. Hujan sepanjang hari. Seharusnya seharian kemarin, aku (red: beberapa jam yang lalu) ada janji dengan Semesta, anggaplah kencan terakhir kami di halaman 365, tapi hujan begitu setia menemani kota kesayangan ku ini, begitu pula dengan kota Semesta. Malam aku hanya duduk di salah satu kedai kopi (seperti biasanya juga) di Margonda. Duduk menikmati malam, lagi-lagi ditemani secangkir kopi panas.

Setiap tahun aku tidak pernah secara khusus untuk merayakan pergantian tahun Masehi, Hanya menikmati apa yang sudah orang lain kerjakan dan siapkan. Tulisan kali ini buat hanya untuk mengingatkan ku bagaimana aku melewati tahun Masehi kali ini. 

Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah sekalipun kita telah kehilangan semangat untuk mengarungi kehidupan.

Jadi 2014 kemarin adalah tahun dimana pencapaian ku sedikit banyaknya tercapai. Tahun berkah dengan banyak keajaiban dari Tuhan yang selalu aku syukuri. Termasuk berkah sakit gigi, hahahaha..Januari aku mulai dengan baik. Dengan sangat baik, dengan SKRIPSI. Yahh perjuangan sekali buat hal satu ini. 

JANUARI
Skripsi..Yaps, Mengawali tahun 2014, skripsi memang didepan mata. Fiuhhh. Dan lagi keranjingan sama hamster, sampai pada akhirnya harus diungsiin ke Matraman.

hammy yang mulai kebanyakan
skripsian, berantakan semuaaanyaaa..

Satu hal yang melekat kuat di otak, Februari adalah ujian akhir semester terakhir yang harus dijalanin sebagai mahasiswi di kampus. Its feel like "my hell is gone", hahahahaha..Maret masih bergelut dengan skripsi, dan akhirnya diawal April badan tumbang, tifus menyambangi tubuh. Ternyata Tuhan begitu sayang pada ku untuk membuat ku bedrest. Kemudian Mei datang dan lewat begitu cepat, and finally my June is coming. Yaps, Juni datang begitu cepat, saat bulan ini pula umurku memasuki kepala dua lebih dua. 

acara terakhir kampus, sekelas kumpul semua


Dan diakhir Juni masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk bertemu Ramadhan, Ramadhan yang berkesan bersama si skripsi. Ramadhan yang penuh berkah. Dan Juli pun datang dengan LEBARAN..wohooouuu..Agustus, tepatnya tanggal 28 Agustus, sidang skripsi pun datang, hari dimana perasaan yang campur aduk. Tanggal ini adalah proses terakhir masa pendidikan 4 tahun ku. Agustus berlalu, berganti September. Awal September aku harus bergerumul dengan YUDISIUM, Yaps, pengumuman apakah aku dinyatakan lulus atau tidak setelah sidang skripsi bulan sebelumnya. Dan akhirnya GUE LULUS MEEEENNNNN..dengan nilai memuaskan. 


mereka adalah teman sekelas ku
 yang berjuang dengan ku untuk sidang skripsi gelombang pertama
Dan Oktober pun datang. Ini salah satu bulan favorit, kenapa? Yaps, karena Ibu ulang tahun. Bersyukur karena Tuhan masih memberi Ibu nikmat sehat, nikmat hidup yang tak terkira.

November giliran Semesta yang mengulang hari lahirnya. 

happy birthday Semesta

Desember 2014 ditutup dengan WISUDA !!

Inilah realitas kehidupan. Ketika kita telah merasa berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang mengganjar disetiap langkah kita. Ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Apalagi ketika kita memasuki tahun tahun penuh tantangan seperti yang akan kita hadapi sebentar lagi.

Penghujung Desember. 
Sampailah kita di titik ini, halaman 365. Halaman terakhir. Dan menuju ke buku lainnya, halam pertama dari 365 di depan mata. Sebagai acuan kita untuk lebih tegap lagi melangkahkan kaki di esok hari, di tahun 2015 yang telah menyapa kita beberapa menit yang lalu.

Pergantian waktu setahun menunjukan bahwa umur kita bertambah satu, tetapi kesempatan hidup kita di dunia berkurang pula satu tahun. Waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu. Kadang ia membangkitkan semangat, namun kadang membuat orang terlena dan tidak menyadari kehadiran waktu dan melupakan nilainya.


Bismillah,,,
Hanyalah kepada engkau tempat kembali, tempat hamba memohon pertolongan, kekuatan maupun ampunan. Semoga setahun yang terlewati adalah ilmu untuk melangkah ditahun yang baru yang akan hadir sebentar lagi. Semoga hamba bisa menjadi pribadi yang baru juga, pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Ijinkanlah hamba menjadi bagian dari hamba-Mu yang beruntung.. 
Aamiin aamiin.. Ya Rabbal Alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar