Rabu, 06 Mei 2015

I Wont Tell A Soul

Oh, darling I know you're taken, one of us tries to leave here, oh the other one holds on tight..
Baby tonight, there's so much love in between us..
So tell me if you're ready, cause if no one knows then it ain't really cheating..
Stay here with me.. (Charlie Puth)

Matahari mulai meninggi, dan detik jam menunjang waktu bahwa hari mulai siang dan ingatan itu tiba-tiba muncul.

Ketika wajah saling berpapas. Hanya sapa malu yang terucap sebagai percakapan basa-basi membosankan, sebagai tanda mengawali tanda sebuah perkenalan.

Ketika mata bertatap tak sengaja, hanya anggukan kecil dengan simpul senyum kecil nan manis sebagai tanda penghormatan.

Ketika sapa saling bersaut, sebuah obrolan terjadi untuk pertama kalinya. Obrolan ringan tiba-tiba mengalir begitu saja. Menyenangkan rasanya.

Ketika sapa menjadi sebuah ejekan canda, semakin menyenangkan saja melalui sebuah hari yang melelahkan.

Ketika canda menjadi salah satu alasan kenapa ingin cepat berganti hari. Menjadi alasan mengapa selalu berharap pada sebuah muara temu. Masih dalam tahap hanya ingin cepat melewati hari yang panjang dan melelahkan.

Menjadi mudah ketika semua berlalu begitu saja, seperti tak ada yang akan terjadi.

Ketika kulit tanpa sengaja saling sentuh, akrab pun terjalin. Ada rasa yang aneh yang mula menjalar ke seluruh jaringan saraf tubuh.

Hari berlalu bagitu saja, tak terasa. Hari berlalu menjadi sebuah minggu yang menakjubkan dan mulai berganti bulan yang menyenangkan. Semua berjalan seperti biasa.

Dan tiba-tiba..
Ada rindu yang terselip ketika tak ada  wajah yang tak sengaja saling berpapas.
Ada rindu yang tertahan saat mata tak saling bertatap tanpa sengaja.
Ada rindu yang tak terucap ketika tak ada yang sapa saling bersaut yang kemudian menjadi sebuah percakapan ringan dengan canda yang selalu terselip.

Rindu yang mengaharap temu. Rindu yang mengagungkan kebersamaan. Rindu yang mendambakan sebuah genggaman tangan. Rindu yang mengkhayalkan sebuah pelukan hangat dengan kecupan kecil kening.

Ya, Tuan kau tiba-tiba datang dikehidupan ku, membuat semua menjadi seperti pelangi. Membuat semuanya mejadi hangat, manis, dan menyenangkan seperti secangkir coklat panas favorit ku.

Tuan, kebersamaan dengan mu, kuanggap adalah hadiah dari Tuhan karena sikap baik ku selama ini. Kebersamaan dengan mu lama-lama menjadi morfin tersendiri untuk ku, karena ada sakit yang begitu dalam ketika sebuah hari yang panjang tak bermuara temu dengan mu.

Rindu dengan mu menjadi rasa sakit yang tak mungkin manusia lain menjual obatnya..

Regards,

Perempuan yang sedang mendengarkan
I Wont Tell A Soul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar