Selamat sore senja.
Apa kabar mu hari ini?
Tidak kah kau mau datang seperti hari kemarin? Dengan jingga yang selalu bersanding cantik dan manis ketika kau datang. Selalu hangat dan manis. Selalu mempunyai cerita sendiri disetiap warna mu.
Senja, apa kabar mu hari ini?
Tidakkah kau ingin datang walau hanya sekedar menuang warna pada arakan awan hari ini? Tidak kah kau ingin datang seperti hari kemarin? Menjadi teman ketika aksara ku mulai berserakan menunggu untuk dirajut.
Senja,
Masih ingatkah kau tentang seorang Tuan yang pernah ku ceritakan tempo hari itu? Seorang Tuan yang aku kagumi dihari pertama aku mulai memasuki wilayah itu? Kau tahu? Tuan tersebut masih dalam keadaan baik ternyata. Pahatan indah Tuhan masih melekat erat di tubuhnya. Seorang Tuan yang selalu punya ceritanya sendiri. Seorang Tuan yang selalu punya senyum "rasa coklat" untuk ku. Berlebihan mungkin, ya aku tahu.
Senja,
Kau pergi terlalu cepat hari ini, aku tak sempat bercerita banyak dengan mu hari ini. Tadinya akan ku kenalkan dia melalu aksara hari ini, tapi saat aksara ku mulai menghambur datang, kau pergi.
Datanglah esok hari dan jangan pergi terlalu cepat, maka akan ceritakan tentang Tuan kesayangan ku itu dengan bait-bait kata berjuta makna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar