Selasa, 24 November 2015
Mamang Tukang Sol Sepatu
Siang sekitar jam 11.20 WIB.
Kebetulan siang itu saya sedang libur kerja dan berada di rumah. Tiba-tiba Ibu yang lagi asik masak buat makan siang kami di rumah, lari kedepan rumah buat panggil mamang-mamang Tukang Sol Sepatu. Sudah lama beliau cari Tukang Sol Sepatu yang lewat depan rumah. Yaa, sepert biasa pula hal pertama ditanyakan Ibuk saya itu,"Mang mau jait keliling sandal, berapaan?". Dari hasil tawar-tawaran siang itu, akhirnya mereka sepakat kalau harganya 12ribu. Harga yang menurut saya murah untuk sebuah jasa yang tidak semua orang bisa mengerjakannya.
Kebetulan siang itu Ibuk masak dengan jumlah yang agak banyak, sambil menunggu sandal yang dijahit selesai, Ibuk saya melanjutkan kegiatannya di dapur yang hampir selesai. Ternyata saat masakkan Ibuk saya selesai, sandal yg sedang dijahit belum selesai, menurut Mamang Sol Sepatu ada alas yang harus diganti. Ibuk saya menurut saja, walaupun saya sendiri agak protes, takut harganya jadi naik. Ibuk saya cuma bilang,"udah gak apa-apa". Sembari menunggu dan selesai mengobrol dengan si Mamang, Ibuk saya masuk ke dalam rumah, dan keluar dengan membawa segelas teh hangat manis (favorit saya) dan sekotak makan siang untuk si Mamang Sol Sepatu. Saat selesai dan membayar, ternyata bahan tambahan yang diberikan si Mamang tidak mau dibayar, akhirnya Ibuk mempersilahkan untuk minum dan memberikan sekotak makan siang sambil mengucapka terimakasih.
saat sudah masuk ke rumah, yang kebetulan siang itu hujan turun, saya tanya ke Ibuk kenapa sampai diberi makan siang. Jawaban Ibuk saya sederhana,"berbuat baik itu sama siapa aja. Hidup itu timbal baik, klo kita baik sama semua orang, pasti akan ada banyak orang yang baik sama kita. Ibuk aja seneng banget klo kamu lagi kerja, terus karena kamu ikhlas kerjanya, dikasih makan siang. Bukannya Ibuk pamrih, tapi pasti ada sisi yang sangat baik kalau kita baik ke orang lain."
...................................................
Ibuk saya sebagai single parent termasuk orang tua yang agak kolot, keras, dan sangat disiplin namun sekaligus punya hati dan perasaan paling halus dari semua orang yang pernah saya kenal. Siang itu beliau mengajarkan saya untuk bisa berbuat baik kepada semua orang. Tanpa mengenal kelas, status sosial, harta, kedudukan, dan segala hal yang berbau status sosial yang membuat sebuah jarak antara si kaya dan miskin. Kalimat yang sering Ibuk ucapkan sangat sederhana,"berbuat baik itu sama siapa aja, karena hidup itu timbal balik, jadi siapa aja pasti akan baik juga sama kita. Namanya juga hukum alam, Lan."
Ya kalimat itulah yang sering dan hampir setiap hari Ibuk ucapkan ke saya. Saya bisa dikatakan "tumbuh" dengan kalimat itu.
Jadi untuk saya, salah satu tujuan hidup itu adalah berbuat baik. Berbuat baik kepada siapa pun, kapan pun, dimana pun, dan dengan alasan apapun. Sadar atau tidak, setelah berbuat baik akan perasaan santai dan relax pada diri kita. Akan ada apprreciate untuk diri kita sendiri karena ternyata kita mampu berbuat baik bukan hanya untuk diri kita sendiri, tapi kepada orang lain juga.
Jadi selamat siang, dan selamat menebar kebaikkan ke seluruh duniaaa..
Have great day fellas :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar