Senin, 07 Desember 2015

7 Hari Sebelum 7 Desember 2015

Langit dan udara disini masih saja dingin.

Bagaimana langit diatas atap rumah mu?
Atap bumi diatas rumah saat ini berwarna biru yang sangat gelap. Udara malam terasa begitu mengigit ketika aku tak sengaja membuka jendela rumah. Malam selalu mengingatkan ku padamu, tentang sakit yang begitu mengigit. Dingin. Seperti tak menyisakan apa-apa lagi untuk tetap menjadi hangat.

Bukan, lautan aksara ku kali ini bukan tentang rasa ku yang masih tertinggal untuk mu. Bukan itu. Ya, kau pasti tahu bahwa aku sudah mulai terbiasa untuk melanjutkan hidup tanpa simpul senyum dari mu, tanpa semua sticker dan emoticon aneh yang selalu kau kirimkan. Tenang saja, aku tak kan lagi mengganggu mu tentang perasaan yang melulu tak ada habisnya.

Aksara ku kali ini hanya tentang 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015 milik mu. 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015 yang membuat mu terlihat menjadi semakin tua. Sebuah angka milik mu yang selalu bertambah setiap tahunnya.

Kalau tidak salah ingat, 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, 25 tahun yang lalu, Bubu kesayangan mu sedang mempertaruhkan hidupnya untuk nyawa seorang bayi laki-laki mungil, yang ternyata harus lahir sebelum bulan yang sudah ditentukan dokter. Dengan harap cemas agar bayi laki-lakinya selamat dan dalam keadaan sehat tanpa satu kekurangan. Dan  7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, 25 tahun yang lalu, ayah kebanggaan mu sedang dalam rasa khawatir melihat dua orang yang begitu ia cintai harus bertahan hidup; istri yang begitu ia cintai, dan calon anak laki-lakinya yang harus bertahan hidup saat harus lahir sebelum waktunya. Aku yakin ayah mu - yang sampai saat ini masih aku idolakan - yang begitu santai menghadapi segala sesuatu, tak putus melafazkan kalam-Nya untuk keselamatan kalian berdua.

Dan ya, harus aku akui, aku begitu berterimakasih kepada Bubu kesayangan mu karena 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, 25 tahun yang lalu sudah melahirnya seorang bayi laki-laki yang begitu hebat, seorang bayi laki-laki yang tumbuh dengan cara memandang dunia begitu berbeda, selalu ada hal yang membuat bayi laki-laki itu istimewa. Aku begitu berterimakasih kepada Bubu kesayangan mu, karena 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, 25 tahun yang lalu sudah membesarkan seorang bayi laki-laki yang memiliki sebuah peluk yang begitu hangat, dengan toleransi yang begitu besar. Seorang bayi laki-laki yang saat ini tumbuh menjadi laki-laki dewasa, dengan senyum hangat, tawa renyah, hati yang begitu besar, sikap yang begitu dewasa ketika masalah bertubi-tubi menghampirinya, dan tentu saja sikap yang selalu mau mendekatkan dirinya kepada-Nya.

Dan selain itu, aku berterimakasih kepada Bubu kesayangan mu, aku juga berterimakasih kepada Ayah kebanggaan mu, karena sejak 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, 25 tahun yang lalu, ia mau mendidik anaknya dengan tegas. Menjadikan bayi laki-laki itu seorang laki-laki dengan hati yang lapang untuk mau mengakui sebuah kesalahan.

Dan hari ini, 7 Hari Sebelum 7 Desember 2015, untuk ke 25 kalinya kau mengulang tanggal ini. Seperempat abad dan kau memiliki kehidupan yang begitu hebat. Dan aku bersyukur, pernah menjadi bagian hidup mu yang begitu hebat itu, walaupun hanya sementara.

Sekai lagi, selamat mengulang hari lahir mu yang ke dua puluh lima kalinya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar