Hari begitu cepat berlalu ketika kita sama-sama menghabiskan waktu bersama, walau hanya sekedar duduk santai menikmati hazelnut latte kesukaan ku sambil menunggu senja - peristiwa alam yang menjadi favorit ku. Atau hanya sekedar duduk berdua bersandar diteras rumah ku, sambil menikmati angin malam dan menceritakan masing-masing hari yang sudah kita lewati. mungkin hal simple, tapi kau tau? Aku sangat menikmati itu semua. Menikmati setiap hal yang terjadi antara kita berdua.
Kau yang selalu dengan sabar mendengar keluh ku ketika pekerjaan kantor dan kampus datang bersamaan dengan jumlah yang menggunung. Kau selalu sabar menghadapi tingkah ku yang sering menjadi kekanak-kanakkan saat aku punya sebuah keinginan. Kau selalu dengan penuh sayang menghapus buliran air yang kadang tak bisa ku tahan ketika dunia sudah tak mampu lagi untuk ku hadapi. Sungguh, untuk ku Tuhan begitu baik telah menghadirkan kau di kehidupan ku yang begitu rumit, dan tanpa keluh masih mau menggenggam tangan ku ketika pijakan ku mulai goyah. Kau yang selalu dengan sabar, menahan ego mu ketika aku sama sekali tak mau mengalah, walau hanya untuk hal kecil. Kau yang selalu menjadi paling tahu ketika aku buta dengan arah jalan, yang kadang bingung membandingkan kanan-kiri.
Sayang,
Mungkin aku tak secantik kekasih mu yang lalu, mungkin aku tak pandai memasak seperti yang diinginkan ibu mu agar kesejahteraan perutmu terjamin. Tapi aku akan menjanjikan satu hal untuk mu; aku berjanji bahwa kau akan bahagia bersama ku. Hanya itu janji ku.Sebuah kebahagiaan. Ya, harus ku ulangi, sebuah kebahagiaan.
Kau selalu menjadi orang yang tahu segalanya tentang ku, tentu saja setelah ibu ku. Kau akan selalu menjadi yang tahu segala hal tentang ku. Kita sama-sama tahu, untuk memiliki hubungan kita saat ini begitu sulit diawal. Kita yang sedang jatuh cinta begitu hebat, masih harus menghadapi lingkungan sekitar yang begitu sulit, yang kita anggap begitu kuno. Tapi kita tahu, ini akan berlalu. Sampai akhirnya hubungan ini mencapai pada tahapan sekarang. Tahapan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Mungkin untuk mu, beberapa hari belakang ini, sikap ku sering menyulitkan mu. Aku tahu. Maaf untuk itu, Sayang, aku yakin menghadapi ku yang sering menyulitkan mu, membuat mu sering menghela napas panjag, membuat dahi mu berkerut dalam, membuat kepala mu berdenyut.
Tapi sayang,
Bersabarlah untuk aku yang sering menyulitkan mu. Bersabarlah ketika mood kusering berubah. Bersabarlah ketika aku akan lebih sering mengeluh tentang pekerjaan. Aku taumungkin kau lelah mendengar kesah ku yang melulu soal pekerjaan. Mungkin kau jengah selalu menuruti keinginan ku yang tidak jarang harus kau ikuti saat itu juga. Tapi aku yakin kita sama-sama tahu, konsep tentang "manusia yang selalu berubah ke arah yang lebik baik."
Maka Sayang,
tetaplah untuk arah mata angin yang selalu ada untuk ku ketika aku mulai berbelok dari jalan yang harusnya kita lalui bersama, tetaplah jadi lilin ketika malam ku terlalu gelap untuk aku raba.
..................
Mungkin perjalanan kita belum sejauh bila dibandingkan dengan hubungan yang masing-masing pernah kita lalui, tapi yakinlah, takdir Tuhan kali ini akan berakhir indah.
Dan Sayang,
Terimakasih untuk hal yang sudah dan akan kau lakukan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar