Minggu, 24 Januari 2016

Berkisah Tentang Hujan

Maaf, 

 

Jika kali ini aku sedang tak membicarakan hati. Aku cuma mau ngobrol soal hujan yang kerap akrab dengan suasana hati. Sudah pernah kan aku bilang kalau aku suka hujan?
 

Ketika kebanyakan orang menggerutu kala hujan jatuh, tapi tidak dengan aku. Malah aku mengharapkan jika durasi hujan yang bergulir bisa lebih panjang. Kalau bisa turun sejak pagi, siang hingga malam. menyetia tanpa jeda.

 

Lalu..

 

Biasanya aku betah berlama-lama duduk diambang jendela sibuk menghitung gegas tetes hujan yang jatuh.  Pernahkah kubilang jika pada tiap tetes hujan yang menghujam bumi masing-masing membawa cerita? Tentang bagaimana cara ia mengada hingga kemudian merinai tak terhingga?

 

Tapi senja ini aku tidak sedang menyaksikan hujan dari balik kaca jendela. Justru saat ini aku sedang melangkah di bawah arsirannya. Mendengarkan hujan berkisah langsung sambil menyertai gegasku.

 

Tak kuhiraukan cipratan genangan membasahi ujung-ujung celanaku akibat aku melangkah terlalu cepat, bagiku mendengarkan obrolan hujan lebih menyenangkan. Kami layaknya dua sahabat yang akrab, walau dia lebih sering diam dan hanya mendengar ocehan ku yang kadang merancau. Sambil bercerita, hujan sesekali mencoba menggoda dengan menjatuhkan tetes-tetesnya disebagian kemejaku meski aku telah berusaha menutupi tubuhku rapat-rapat dibawah lengkung payung.

 

Baru saja hujan bilang padaku jika ia kerap bersedih hati karena kehadirannya dianggap sebagai biang masalah karena membuyarkan rencana. Bahkan tak jarang orang menganggapnya sebagai pembawa suasana hati jadi kelabu dan mendadak mendung seketika seiring kehadirannya. Mendengar itu, aku pun tak lagi bisa membedakan mana air hujan mana air mata.

 

Hingga jam segini hujan belum menunjukan tanda-tanda pamit.

 

Hemm.. baiklah, bagaimana jika aku ingin mengajakmu? Barangkali kau mau ikut denganku bercengkrama dengan hujan sore ini? Jangan kau takut kalau nanti hujan akan menghadirkan kenangan tentang kita, justru hujan akan menghapus jejaknya.

 

Oia, sebelum aku lupa, bawa serta payung dan mantelmu karena aku tak tau, apakah hujan akan turun makin lebat atau justru berangin dingin.

 

Dan kalau sudah siap, temui aku di tempat biasa–

 

....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar