Kamis, 14 Januari 2016

Rindu yang Tertahan

Kali ini tentang rindu yang tertahan.
Tentang rasa yang masih tersimpan rapi di tempat terbelakang kenangan yang sudah tak pernah tertengok lagi.
Tentang sentuh yang masih berharap temu.
Tentang tubuh yang masih harap hangat sebuah lengan.
Tentang bibir yang masih harap kecup lembut.
Tentang pilu yang kadang masih terasa ngilu ketika sekelebat kenangan mencuat tanpa sengaja.

Ini semua semua masih tentang rindu yang tertahan.
Kepadanya hati menjadi perih.
Kepadanya mata terlalu sering mengeluarkan bulir air.
Kepadanya dunia menjadi tempat yang memuakkan.

Iya, karena hal aneh yang disebut rindu. Kemudian tak tersampaikan, maka dunia mu menjadi berantakan.

Selamat berjuang melawan rindu, teman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar