Kemang di guyur hujan siang ini. Menyisakan tanah basah yang cukup membuat sandal jepit anak diseberang sana kotor.
Reading Room, sebuah cafe dibilangin Kemang Timur yang menyuguhkan suasana berbeda untuk sebuah cafe di Jakarta. Tak banyak pengunjung siang ini.
Pekerjaan kampus yang menggunung dan suasan rumah yang berantakan memaksa saya (re: pengen main sebenernya) untuk cari tempat baru sembari menikmati wifi gratis. Saya tahu tempat ini tak sengaja dari browsing internet.
Sembari menyelesaikan pekerjaan yang menggunung, diseberang saya, duduk seorang laki-laki berusia sekitar 25 tahun dengan kaos coklat caramel. Berwajah putih sedikit oriental dengan bibir tipis dengan sebatang rokok terselip dibibirnya. Rambutnya tertata rapi. Matanya masih terpaku pada gadget bermerk.
Hampir 1 jam saya memperhatikan, wajah teduhnya cukup membuat saya lupa dengan tugas yang harus dikerjakan.
Sudah 9 bulan terakhir ini, laki-laki inilah yang masih sabar bergumul dengan saya, dengan semua rutinitas saya, dengan segala mood swings yang sungguh bisa membuat orag sakit kepala.
9 bulan terakhir yang cukup membuat hari saya seperti Faber Castel Water Coloue isi 36 yang ada di rumah saya. Dia laki-laki yang saat mengaku menyayagi saya dengan apa adanya saya, walau sesekali dia mengehela napas ketika saya tak bisa membedakan kanan dan kiri ketika harus mencari sebuah jalan. Dia laki-laki yang sampai saat selalu meng-iya-kan keinginan saya, yang kadang tidak tahu waktu.
Dan, by the way terimakasih sudah mau repot-repot sekedar menemani siang ini haya untuk duduk manis menunggu selesainya tugas ku.
Have a good day fellas.
Kalian dapat salah dari Om Richard Oh di seberang saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar